Perlunya Merintis Modul IPA Terpadu

IPA adalah suatu keilmuan yang mempelajari tentang benda dan gejala kebendaan. Menurut Sund (1984) dalam Mariana dan Praginda (2009:17) IPA sebagai tubuh dari pengetahuan (body of knowledge) yang dibentuk melalui proses inkuiri secara terus menerus. IPA merupakan suatu upaya manusia yang meliputi operasi keterampilan dan strategi memanipulasi dan menghitung, keingintahuan, keteguhan hati, ketekunan yang dilakukan oleh individu untuk menyingkap rahasia alam semesta.

Menurut Mariana dan Praginda (2009:21) IPA memiliki sebuah metode yang dikenal dengan metode ilmiah, secara bertahap meliputi mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran IPA selama ini masih banyak menyuruh siswa untuk menghafal berbagai konsep tanpa disertai pemahaman. Proses pembelajaran minim dengan kerja ilmiah dan lebih menitikberatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang menyebabkan siswa hanya menonjol pada sisi kognitif saja tanpa disertai kemampuan psikomotor dan afektif.

Menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), pelajaran IPA diberikan secara terpadu, karena bidang biologi, fisika dan kimia terdapat keterkaitan konsep yang jika dipelajari secara terpadu akan menghasilkan konsep yang utuh. Tetapi, dalam pelaksanaan dilapangan masih terpisah-pisah antara fisika, biologi, dan kimia. Hal ini dikarenakan ketersediaan buku teks guru/siswa yang belum terintegrasi, sehingga proses pembelajarannya masih berjalan sendiri-sendiri dari ketiga ilmu dasar tersebut. Selain itu, terbatasnya guru IPA yang mampu mengintegrasikan  biologi, fisika, dan kimia menjadi IPA terpadu.

Siswa selama ini masih menggunakan buku teks yang belum terpadu dalam proses pembelajaran IPA. Untuk melakukan revisi total pada buku teks lama menjadi buku teks IPA terpadu memerlukan waktu yang lama, karena harus menganalisis satu per satu standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) IPA SMP terlebih dahulu.  Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menyediakan bahan ajar adalah menyusun suplemen materi berupa modul IPA terpadu. Dari beberapa modul dapat digabung menjadi sebuah buku teks IPA terpadu. Modul berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pesan pembelajaran IPA yang terpadu. Modul merupakan suplemen materi yang ditulis dengan bertujuan agar siswa dapat lebih memahami konsep-konsep IPA tanpa atau dengan bimbingan guru IPA.

Metode ilmiah dalam proses penemuan konsep IPA merupakan bagian dari nilai kehidupan. Sehingga pembelajaran IPA sangat cocok untuk menanamkan karakter yang baik pada siswa. Karakter yang dapat ditanamkan pada siswa melalui metode ilmiah antara lain jujur, mandiri, tanggung jawab, toleransi, demokrasi, rasa ingin tahu, kesabaran dan ketelitian. Menyadari tentang pentingnya pendidikan IPA terpadu dalam membangun karakter siswa melalui kemampuan kerja ilmiah, maka pembelajaran IPA terpadu harus dititik beratkan pada proses melatih menemukan konsep melalui kerja ilmiah. Sehingga perlu untuk dilakukan rintisan menyusun modul IPA terpadu yang didalamnya memuat kerja ilmiah untuk membangun karakter siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s